Sasa Salurkan 32 Ribu Liter Air Bersih Kepada Warga di Tiga Kelurahan

Gambar : Sasa Foto Bersama  Dengan Warga Yang Mendapatkan Air Bersih. (Ist)
Gambar : Sasa Foto Bersama Dengan Warga Yang Mendapatkan Air Bersih. (Ist)

Ketapang, KABAR KETAPANG – Maria Raissa Sofia Rantan, SH atau biasa disapa Sasa, yaitu seorang anggota DPRD Ketapang fraksi partai Golkar telah menyalurkan 32 ribu liter air bersih kepada warga di kelurahan Sampit, kelurahan Mulia Baru dan kelurahan Tengah kecamatan Delta Pawan, Ketapang pada Jumat (4/9/2026).

Bantuan ini disalurkan karena warga di kelurahan itu alami krisis air bersih ditengah kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ketapang.

Kedatangan truk tangki bantuan air bersih ini sudah dinantikan warga. Banyak masyarakat membawa jeriken ataupun galon air isi ulang untuk menampung air bantuan ini dengan Secara tertib dan mendapatkannya dengan mudah.

Warga kelurahan Sampit yang banyak berdiam di pinggir sungai Pawan mengatakan air sungai Pawan sudah berubah menjadi asin sehingga sulit dipakai buat mandi dan mencuci.

Tetapi karena terpaksa, banyak warga yang masih memakai air Sungai Pawan. Sedangkan air minum, warga memperolehnya dari membeli air galon isi ulang.

Adanya bantuan air bersih dari anggota DPRD Ketapang tersebut, sangat dirasakan dan bermanfaat bagi warga.

“Alhamdulillah, terima kasih ibu Sasa sudah mengiriimkan bantuan mobil tanki air bersih. Bantuan ini sangat kami tunggu,” ujar Susi salah satu warga kelurahan Sampit Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, air sungai Pawan yang biasa mereka pakai untuk keperluan sehari hari sudah tidak bisa dipakai untuk mencuci dan mandi.

Akibatnya, keperluan mencuci terpaksa memakai jasa loundri sehingga menambah ongkos pengeluaran rumah tangga.

“Air sungai Pawan sudah asin, buat mandi atau nyuci udah dak bisa. Kalau buat nyuci, air sungai Pawan udah endak bise agik. Buat mandi pun hanye terpakse. Jadi baju kami londrikan. Nambah pengeluaran agik,” katanya.

Hal senada dikatakan Wati, warga Sungai Cina kelurahan Mulia Baru, menyanpaikan, sumur ditempat mereka sudah tidak mengeluarkan air dalam jumlah banyak. Sedangkan stok air hujan sudah habis.

Kondisi kemarau ini membuat pengeluaran rumah tangga menjadi bertambah disebabkan harus membeli air bersih untuk keperluan harian.

Ditambahkan Wati, distribusi air dari PDAM Ketapang juga aaat ini dalam kondisi tidak normal. Kondisi airnya berasa payau.

“Mau endak mau, air galon jadi sumber air bersih sehari hari. Adanya bantuan dari anggota dewan Ketapang ini sangat besar manfaatnya,” ujar Wati.

Sementara itu, Sasa ketika dihubungi mengatakan bantuan ini adalah dukungan dirinya kepada masyarakat yang terdampak langsung kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah kabupaten Ketapang.

Sasa mengatakan, sasaran bantuan ini memang diarahkan kepada warga yang langsung membutuhkan. Pengantaran bantuan ini memakai mobil tanki berkapasitas 8 ribu liter.

“Ada empat titik daerah yang saya salurkan bantuan ini. Terutama daerah yang warganya memang benar benar sulit air bersih,” kata Sasa.

Sasa berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi rumah tangga warga disebabkan harus membeli air bersih.

“Semoga hujan ceoat turun, kondisi kemarau saat ini segera berakhir. Bantuan ini setidaknya untuk sementara dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga warga,” tandasnya. (Br)